
BENGKULU – Aula MAN 1 Kota Bengkulu menjadi pusat inovasi dan transfer ilmu pengetahuan pada Kamis, 7 Mei 2026. Program Studi Magister (S2) Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu menyelenggarakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat guna menyebarluaskan IPTEKS kepada seluruh civitas akademika madrasah.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Universitas Bengkulu dan MAN 1 Kota Bengkulu untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan peserta didik. Program pengabdian ini melibatkan para pakar di bidangnya dan terbagi ke dalam tiga kelompok sasaran utama, yaitu guru, siswa kelas XI, serta siswa kelas X.
Dalam sesi khusus untuk tenaga pendidik yang diikuti oleh sekitar 30 guru IPA, materi difokuskan pada penguatan desain bahan ajar berbasis etnosains serta penerapan pendidikan konservasi berdasarkan keanekaragaman hayati lokal Bengkulu. Diskusi ini diharapkan dapat membantu para guru dalam mendesain materi pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kearifan lokal.
Sementara itu, suasana di kelompok siswa berlangsung sangat interaktif dengan materi teknologi masa depan:
-
Kelas XI: Mendapatkan pelatihan mengenai penerapan Artificial Intelligence (AI) dan coding melalui simulasi serta demo robot pembelajaran. Materi ini bertujuan meningkatkan motivasi dan literasi sains siswa terhadap perkembangan robotika.
-
Kelas X: Mengikuti eksposisi Machine Learning berbasis smartphone untuk analisis minuman berwarna, serta penguatan kompetensi saintifik melalui praktikum IPA Terapan berbasis Bio-Bahan Alam (BIO-BALAM).
Kegiatan pengabdian ini dihadiri langsung oleh para akademisi terkemuka dari Universitas Bengkulu, di antaranya Prof. Dr. Aceng Ruyani, Prof. Dr. Afrizal Mayub, Prof. Dr. M. Lutfi Firdaus, Dr. Euis Nursa’adah, M.Pd., dan Dr. Rendy W. Wardhana, M.Pd.
Hadirnya para pakar ini memberikan kesempatan langka bagi siswa dan guru MAN 1 Kota Bengkulu untuk berinteraksi langsung dengan praktisi teknologi dan sains tingkat lanjut. Pihak madrasah berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi mencetak generasi yang melek teknologi dan memiliki kemampuan saintifik yang kokoh di masa depan.
Penulis: Humas Mansakobe






